benar. Pada penggunaan tanda baca, kesalahan terbesar terdapat pada aspek kesalahan dengan kode 1 dan 6, yaitu kesalahan penghilangan tanda koma yang dapat dipakai untuk menghindari salah baca atau salah pengertian, dan kesalahan penghilangan tanda titik pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau sapaan dengan persentase 37,9%. ditemukan dalam media cetak koran Analisa berupa: (a)Pemakaian huruf. Bentuk kesalahan dalam pemakaian huruf terdiri dari pemakaian huruf, huruf vokal, huruf kapital, dan huruf miring. (b)Penulisan kata. Bentuk kesalahan dalam penulisan kata berupa gabungan kata. (c)Pemakaian tanda baca. Bentuk kesalahan dalam Menurut Tarigan (2011: 180) kesalahan morfologi disebabkan oleh pemilihan afiks, penggunaan kata ulang, kesalahan penyusunan kata majemuk, yang salah dalam memilih bentuk kata. Kesalahan morfologi dalam media luar ruangan bisa termasuk kesalahan tata bahasa, ejaan, atau penggunaan kata yang tidak tepat. Contohnya, spanduk iklan, baliho, yang Kesalahan dalam membaca Alquran disebut sebagai lahn. Dilansir dari laman web khudzilkitab.com, lahn dibagi lagi menjadi dua, yaitu lahn jali dan lahn kafi. Lahn jali ini termasuk kesalahan yang haram, karena bisa merubah makna ayat. Contohnya: Foto: web khudzilkitab.com. Kesalahan huruf hijaiyah membuat maknanya ikut berubah. Contoh: رَبِّ الْعَالَمِينَ ← رَبِّ الْآلَمِينَ. أَنْعَمْتَ ← أَنَعَمْتَ. 2. al-lahnul khafi, adalah kesalahan bacaan lafadz-lafadz Al Qur'an yang menyalahi sebagian kaidah tajwid namun tidak menyalahi kaidah bahasa Arab, juga tidak mengubah harakat dan tidak pula mengubah arti, seperti kesalahan pada bacaan idzhar, ikhfa, iqlab, dan idgham. Kesalahan berbahasa Indonesia dalam tataran ejaan sering terjadi pada kolom berita koran. Hal tersebut menjadikan peneliti tertarik untuk menelitinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam tataran ejaan pada koran "Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2021". .

contoh kesalahan tanda baca pada koran