Akhlak Kepada Allah SWT Akhlak yang baik kepada Allah adalah ridha terhadap hukum-Nya baik secara syar'i maupun secara takdir. Ia menerima hal itu dengan lapang dada dan tidak mengeluh. Jika Allah menakdirkan sesuatu kepada seorang muslim yang tidak disukai oleh muslim itu, dia merasa ridha, menerima, dan bersabar. Ia berkata dengan lisan dan Sikap orang yang beriman terhadap Allah dan Rasulnya adalah "Sami'na wa ato'na" atau kami dengar dan kami taat. Jangan pernah berbantah-bantahan terhadap apa yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-nya. Karena jika kita melakukannya maka kita akan menjadi orang yang gagal dalam beragama. Hal ini sesuai dengan Firman allah …. "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu (umat manusia), serta sangat menginginkan kebaikan untuk kamu semua, lagi amat tinggi belas kasihannya serta penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS Al-Taubah [9]: 128). Baca juga: Hikmah Kekalahan Tentara Gajah saat Menyerang Ka'bah Rahmat dan kasih sayang yang dicurahkannya sampai pula pada benda-benda tak bernyawa. Susu, gelas, cermin, tikar, perisai, pedang, dan sebagainya, semuanya beliau beri nama, seakan-akan benda-benda tak bernyawa itu mempunyai kepribadian yang membutuhkan uluran tangan, rahmat, kasih sayang, dan persahabatan. ADVERTISEMENT. Dalam ajaran Islam yang bersifat universal, Akhlak harus bisa diaktualisasikan dalam segala aspek kehidupan mulai dari individu, masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan bernegara secara maksimal. Aktualisasi mengenai akhlak tersebut tentunya memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya terhadap Allah SWT Islam adalah sumber dari segala sumber pendidikan akhlak terpuji, baik terhadap Allah, sesama manusia dan juga pada makhluk yang lain yang diciptakan oleh Allah di muka bumi ini. 1.Husnuzan terhadap Allah dan Rasulnya Adapun hukum dari husnuzan terhadapa Allah dan Rasulnya adalah hukumnya wajib. Artinya setiap muslim dan muslimat wajib .

akhlak terhadap allah dan rasulnya